Semoga cepat sembuh kawan….

Hari ini, jam 13.30, aku ada janji untuk ketemu dokter anak di Bagian Anak UI / RSCM. Tapi pada jam yang ditentukan, ternyata sang dokter masih sibuk dengan mahasiswanya. Jadi aku memutuskan untuk keluar dari bagian anak untuk cari-cari udah segar. Rasanya nggak nyaman banget di dalam bangunan RS. Setelah keluar dari bagian anak, aku jalan menyusuri lorong RSCM, menuju sebuah ruangan besar berdinding kaca yang kelihatannya lebih nyaman. Aku agak pangling dengna ruangan itu. Rasanya dulu itu rangan radiotherapi. Tapi dulu kumuh banget! Sekarang kok udah bagus, full AC, furniturenya juga cantik….

Daripada nunggu di selasar RSCM yang nggak nyaman banget itu, aku memutuskan untuk masuk ke bagian radiologi dan duduk “ngadem” di sofanya yang empuk. Di tempat ini lah bisasanya pasien kanker menjalani terapi penyinaran.

Tiba-tiba sesosok perempuan cantik, tinggi kurus dengan blazer cream dan celana panjang coklat tua masuk ke lobi radiologi. Ketika dia melewatiku, aku bisa melihat sisa-sisa kebotakan di bagian belakang kepalanya. Darahku rasanya mau berhenti melihat perempuan itu. Cara berjalan wajah cantiknya mengingatkan aku pada seseorang. Dengan langkah ringan dia menuju meja pendaftaran, senyumnya mengembang sambil menyapa suster yang bertugas dan pasien lain yang lebih dulu datang….

Senyum itu…ya senyum itu… tidak salah lagi! Pasti dia….

Memory ku langsung mundur 27 tahun ke belakang, pada waktu aku masih kelas 6 SD. Sedang aktif-aktifnya pramuka untuk persiapan Jambora daerah DKI Jakarta. Berhubung aku adalah anggata pramuka terbaik di gudep 008 itu, aku dipilih untuk masuk regu gabungan yang isinya para “juara” hehehe! Di situlah aku ketemu dia… dia dari salah satu SD Negri yang TOP di Menteng. Tapi entah kenapa, regu “juara” itu batal terbentuk. Jadi kami tidak jadi berangkat Jambora bersama, seingatku dia malah tidak jadi ikut Jambore….

Beberapa tahun kemudian, kami ketemu lagi karena masuk di SMA yang sama. Walaupun beda kelas, tp kita masih sering ngobrol. “Leadership” nya memang menonjol sejak kami masih di SD, dan tidak berkurang pada waktu kami ketemu lagi di SMA… Dia termasuk murid yang populer di jaman itu.

Jantungku mulai berdebar-debar, perasaanku mulai nggak enak. Sebagai anak yang memiliki orang tua yang meninggal karena kanker, aku sangat tahu, orang macam apa yang berkunjung ke bagian radiologi ini. Jelas dia bukan seperti aku yang numpang “ngadem” di sini…

Aku berharap aku salah orang…. mudah-mudahan bukan dia…
atau mungkin dia kerja di perusahaan farmasi dan aku ketemu dengan dokter radiologi di sini… ahh tp tampaknya juga bukan.
Aku terus memandangi perempuan itu dari tempat duduk ku… Tiba-tiba matanya melihat ke arah ku…
DAN… senyumnya mengembang! YA TUHAN !! Dia berjalan ke arah ku… Berarti itu bener dia!

Kami bersalaman dan saling mencium pipi….

“apa kabar?”…. sambil dadaku semakin keras berdentum….

Sambil duduk, dia mulai cerita dengan tenang, bahwa dia terserang Kanker Payudara stadium II. Bersyukur bahwa payudaranya tidak perlu diangkat. Tapi dia menjalani semua terapi… radio terapi sebelum operasi, kemudian operasi, dilanjutkan dengan kemoterapi yang merontokan rambutnya, sesudah itu masuh dilanjutkan denga radio terapi lagi….

Dia menceritakan itu tidak dengan mengiba atau memiinta dikasihani….

Teman ku ini menerima penyakit itu dengan tegar. Tidak ada kesedihan, tidak ada air mata. Semangat hidupnya luar biasa. Dia masih bekerja seperti biasa. Dari pakaian dan ID card perusahaan yang tergantung di blazernya, aku tahu, bahwa dia datang langsung dari kantornya.

Pembicaraan kami terputus karena suster memanggil namanya untuk observasi sebelum radioterapi.
Tidak berapa lama dia keluar dari ruang periksa, dan sempat memberikan no HPnya kepadaku…
“sms ya Rin….” katanya sambil berlalu menuju ruang radio terapi…
Aku memandang langkahnya sampai hilang di balik tembok.

Sore ini sebuah SMS masuk ke HP ku….

‘Terima kasih Ririn…. Senang deh tadi bisa ketemu. keep contact ya… GBU”
Masih belum hilang bayangan sosok nya memasuki ruang radiologi….

Depok, 22 Desember 2008

untuk seorang kawan lama… semoga kamu cepat sembuh… semoga kamu menang! GBU too!