JANGAN LUPA! PEMILU BUKAN HANYA MEMILIH PRESIDEN TETAPI JUGA MEMILIH DPR / DPRD DAN DPD…

BAGIAN 2

BAGAIMANA CARA MENGETAHUI DAPIL KITA?

Pada bagian 1, saya sudah menulis panjang lebar tentang pentingnya memilih anggota DPR / DPRD dan DPD dengan cerdas. Sebelum memilih Caleg, sebaiknya kita cari tahu dulu DAPIL untuk semua tingkat pemilihan.

Silakan klik tautan KPU  Info Pemilu 2019 yang berisi tentang segala informasi Pemilu 2019, termasuk daerah pemilihan  (DAPIL). Setelah anda klik, maka anda akan mendapatkan tampilan seperti ini

Klik ikon 3 garis dipojok kanan, hingga muncul beberapa pilihan.

Pilihlah “DAERAH PEMILIHAN” , maka akan tampil gambar peta Indonesia.

Klik panah di kotak ‘Pilih Tingkat Dapil”. Nantinya akan keluar pilihan “DPR, DPRD PROVINSI, DPRD KABKO”. Pilih Tingkat Dapil yang anda inginkan. Misalnya : DPR. Setelah itu pilih Propinsi. Saya ambil contoh Jawa Barat, karena saya berdomisili di Kota Depok. Lalu klik “Lihat”, maka muncul peta Jawa Barat dengan dapil-dapil yang ada di sana. Carilah kota domisili anda. Di peta itu terlihat kota Depok masuk ke Dapil JABAR VI.

Di samping kanan peta terdapat kotak yang berisi Daftar Dapil dan juga  tulisan ‘LIHAT DATA DCT’. Jika tulisan itu di klik, maka akan muncul Daftar Nama Caleg di Dapil Jabar VI dari semua Partai. Anda bisa mempelajari data caleg-caleg yang ada di Dapil anda. Cara yang sama juga bisa dilakukan untuk tingkat Dapil DRPD Propinsi atau Kabko.

BAGAIMANA MEMILIH CALEG YANG TEPAT?

Sejujurnya saya juga tidak tahu persis. Begitu banyaknya caleg, dan hampir semua tidak ada yang anda kenal kan?

Mari kita mulai dengan memilih dulu partai yang cocok atau setidaknya mendekati dengan kriteria anda.   Contohnya saya membuat kriteria partai seperti di bawah ini:

  1. Partai itu harus mendukung calon presiden yang akan kita pilih. (Ya iya lah…  jika DPR dan pemerintah tidak sejalan, program kerja bisa terhambat)
  2. Bukan partai yang berbasis agama tertentu
  3. Bukan partai yang kader-kadernya memiliki riwayat kekerasan, korupsi, nepotisme, narkoba
  4. Bukan partai yang dikuasai oleh keluarga atau trah atau dominasi figur individu tertentu
  5. Bukan partai yang dipimpin atau didirikan oleh ex militer
  6. Partai yang memiliki keterwakilan perempuan di atas 30%
  7. Partai yang belum pernah duduk di parlemen sebelumnya
  8. Partai yang visi & misinya tidak bertentangan dengan hati nurani dan pikiran saya

Anda bisa juga membuat kriteria partai pilihan sesuai dengan pikiran dan hati nurani anda. Anda bisa mempelajari partai-partai yang ikut berkontestasi di PEMILI 2019 dari rekam jejaknya dari media massa atau mengunjungi websitenya. Jika anda mengenal kader-kader partai yang ingin anda pilih, anda bisa bertanya kepada mereka, dan tetap mencari informasi dari pihak netral.

Jika partai sudah kita pilih, maka kita bisa melihat caleg dari partai tersebut di Dapil kita, dengan cara seperti yang sudah saya jelaskan di atas.

Jika anda sudah mengetahui Dapil anda dan sudah menentukan partai yang anda pilih, anda bisa langsung meng-klik partai di halaman pertama pada saat anda membuka link yang saya berikan di atas.

Masukan jenis pemilihan (DPR / DPRD Propinsi / DPRD Kabko) dan isi propinsi atau kabupaten /kota serta DAPIL anda sesuai dengan domisili. Maka daftar nama caleg dari partai yang anda pilih di Dapil tempat anda berdomisili akan tampil di layar.

Bingung mau pilih caleg yang mana karena tidak ada  yang dikenal? Cobalah untuk mem”browsing” nama caleg-caleg itu untuk melihat rekam jejaknya. Saya pribadi akan memprioritaskan untuk memilih caleg perempuan, karena keterwakilan perempuan di legislatif masih sangat rendah. Saya akan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang caleg itu, jika perlu terhubung dengan FB atau IG nya. Jadi saya tidak membeli “kucing dalam karung” walaupun belum tentu mendapatkan yang terbaik juga.

Nah… mari kita pilih caleg dengan benar, setidaknya jangan “cap cip cup” atau “asal-asalan”, karena memilih caleg dengan benar adalah salah satu bentuk partisipasi kita untuk tidak membuat “demokrasi palsu” dan tidak berkontribusi pada buruknya kinerja legislatif.

Happy hunting!